Pernahkan anda dibuat pusing dengan masalah printing pada windows 7. Tiba-tiba saja ketika anda ingin mencetak dokumen anda, printer tidak mau beroperasi.Saya pernah mengalami masalah ini ketika komputer yang digunakan oleh salah satu jajaran pimpinan Fakultas, tiba-tiba saja tidak mau mencetak, padahal secara fisik tidak ada kerusakan baik dari segi printer maupun kabel data USB-nya.Misal dokument yang diolah menggunakan Microsoft Word ingin dicetak dan klik print, tidak ada reaksi apapun dari aplikasi tersebut.Masalah tersebut terjadi karena services print spooler dari windows 7 selalu berhenti (stop), setiap kali di start dalam jangka waktu kurang dari 1 menit akan stop sendiri.Kalaupun bica mencetak, paling hanya dapat 1 lembar, setelah itu printer akan berhenti, dikarenakan service print spoolernya langsung berhenti sendiri. Berberapa referensi di internet termasuk dari support microsoft sudah saya coba, tetapi tetap saja masalah tersebut tidak teratasi. Setelah hampir 2 hari akhirnya masalah tersebut berhasil juga ditemukan solusinya.Padahal saya sudah siapkan jurus pamungkas(install ulang windows 7 heee…heee ) kalau saja masalah tersebut tidak terpecahkan. Melalui blog ini saya berusaha untuk mendokumentasikannya secara lebih detil sehingga suatu saat bisa dibaca kembali/mungkin saja berguna bagi yang membutuhkannya.
Langkah-langkah untuk mengatasi masalah print spooler yang tidak mau berjalan pada Sistem Operasi Windows 7 adalah sebagai berikut:
Hapus semua nilai yang ada pada direktori Version-3Pada kasus yang saya hadapi semua langkah-langkah dari langkah 1 sampai ke-7, alhamdulilah berhasil mengatasi permasalahan diatas.
Semoga rangkuman trouble shooter diatas dapat bermanfaat bagi yang membacanya.
Kebutuhan Hardware dan Software
Peralatan yang digunakan untuk mengimplementasikan sistem ini adalah:
Implementasi di sisi Radius Server
Dalam hal ini penulis beranggapan Sistem Operasi Ubuntu Server 10.04 dan Freeradius server 2.17 telah terinstall dengan baik pada komputer serta support SSl dan EAP-TLS. Server Radius Pusat disini sudah dalam kondisi siap, dalam hal ini Server Radius Utama tersebut adalah milik Pusat Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PPTIK UGM). Server Radius MIPA sebagai client dari Server Radius Utama PPTIK dan berkomunikasi menggunakan metode realm.
Konfigurasi penting pada Radius Server (/usr/local/radius/etc/raddb):
client 10.6.1.1 {
secret = UuhHeE
shortname = access-point-auditorium-mipa
}
client 10.6.1.2 {
secret = KLIA
shortname = access-point-gedung-c
}
eap {
default_eap_type = ttls
timer_expire = 6000
ignore_unknown_eap_types = no
cisco_accounting_username_bug = no
max_sessions = 2048
gtc {
auth_type = PAP
}
tls {
certdir = ${confdir}/certs
cadir = ${confdir}/certs
private_key_password = MerpatiPUTIH747
private_key_file = ${certdir}/server.pem
certificate_file = ${certdir}/server.pem
CA_file = ${cadir}/ca.pem
dh_file = ${certdir}/dh
random_file = ${certdir}/random
cipher_list = “DEFAULT”
make_cert_command = “${certdir}/bootstrap”
cache {
Allow-Session-Resumption = no
enable = no
lifetime = 2 # hours
max_entries = 255
}
}
ttls {
default_eap_type = md5
copy_request_to_tunnel = no
use_tunneled_reply = no
virtual_server = “inner-tunnel”
include_length = yes
}
# Proxy server configuration
#######################################################################
proxy server {
default_fallback = no
}
######################################################################
# Configuration for the proxy realms.
######################################################################
home_server localhost {
type = auth
ipaddr = 127.0.0.1
port = 1812
secret = testing123
require_message_authenticator = no
response_window = 20
zombie_period = 40
revive_interval = 120
status_check = status-server
check_interval = 30
num_answers_to_alive = 3
coa {
# Initial retransmit interval: 1..5
irt = 2
# Maximum Retransmit Timeout: 1..30 (0 == no maximum)
mrt = 16
# Maximum Retransmit Count: 1..20 (0 == retransmit forever)
mrc = 5
# Maximum Retransmit Duration: 5..60
mrd = 30
}
}
# Sample virtual home server.
home_server virtual.example.com {
virtual_server = virtual.example.com
}
######################################################################
home_server_pool my_auth_failover {
type = fail-over
home_server = localhost
}
######################################################################
realm mipa.net {
auth_pool = my_auth_failover
}
realm LOCAL {
}
realm ugm.ac.id {
authhost = 10.13.253.3:1812
secret = HoreHore
nostrip
}
realm mail.ugm.ac.id {
authhost = 10.13.253.3:1812
secret = HoreHore
nostrip
}
server inner-tunnel {
authorize {
mschap
update control {
Proxy-To-Realm := LOCAL
}
eap {
ok = return
}
expiration
logintime
pap
}
authenticate {
Auth-Type PAP {
pap
}
Auth-Type MS-CHAP {
mschap
}
eap
}
session {
}
post-auth {
Post-Auth-Type REJECT {
attr_filter.access_reject
}
}
pre-proxy {
}
post-proxy {
eap
}
authorize {
preprocess
auth_log
suffix
eap {
ok = return
}
pap
}
authenticate {
Auth-Type PAP {
pap
}
Auth-Type CHAP {
chap
}
Auth-Type MS-CHAP {
mschap
}
}
preacct {
preprocess
acct_unique
}
accounting {
}
session {
}
post-auth {
}
Membuat root certificate
pada freeradius versi 2, sudah tersedia scripts yang digunakan untuk membuat certificate yaitu tersedia pada direktori certs di /usr/local/radius/etc/raddb
untuk membuat root certificate ini, kita terlebih dahulu harus menyesuaikan konfigurasi yang akan kita gunakan untuk mengenerate root sertificate. Ubah file ca.cnf terutama pada bagian:
[ req ]
prompt = no
distinguished_name = certificate_authority
default_bits = 2048
input_password = MerpatiPUTIH747
output_password = MerpatiPUTIH747
x509_extensions = v3_ca
[certificate_authority]
countryName = ID
stateOrProvinceName = D.I.Yogyakarta
localityName = Tim IT FMIPA
organizationName = FMIPA Universitas Gadjah Mada
emailAddress = endro@ugm.ac.id
commonName = “FMIPA UGM Certificate Authority”
Selanjutnya untuk membuat certificate lakukan perintah: #make ca.pem dan #make ca.der, File ca.der inilah yang nanti harus diinstalkan ke masing-masing supplicant.
Membuat server sertificate
untuk membuat server certificate ini, kita terlebih dahulu harus menyesuaikan konfigurasi yang akan kita gunakan untuk mengenerate server sertificate. Ubah file server.cnf, bagian yang diubah sama dengan konfigurasi di server.cnf
Selanjutnya untuk membuat server certificate lakukan perintah: #make server.pem dan #make server.csr
Membuat client sertificate
untuk membuat client certificate ini, kita terlebih dahulu harus menyesuaikan konfigurasi yang akan kita gunakan untuk mengenerate client sertificate. Ubah file client.cnf, bagian yang diubah sama dengan konfigurasi di ca.cnf
Selanjutnya untuk membuat client certificate lakukan perintah: #make client.pem , hasil dari perintah make tersebut akan menghasilkan beberapa file dengan awalan client, file client.pem dan client.p12 harus dinstallkan ke komputer supplicant. Ketika menginstall file tersebut akan ditanyakan input password dan output password. Isikan password tersebut sama dengan input dan output password root certificate dan server certificate.
Implementasi di sisi Authenticator (Access-Point)
Masuk ke Web Administration untuk Access Point WRT54G2 versi DDWRT, alamat default http://192.168.1.1
Setting IP address

Setting nama SSID

Setting Wireless Security

Nah untuk setting dari sisi server dan access-point saya rasa sudah cukup, tinggal nanti setting dari sisi supplicant. Untuk tiap sistem operasi mempunyai perbedaan untuk setting.

Tulisan diatas sudah penulis coba menggunakan Windows 7, dan berjalan baik.
Untuk tutorial instalasi setting di sisi supplicant, bisa di lihat di http://oit.ugm.ac.id/tutorial
Semoga tulisan ini bermanfaat. Wassalam
Referensi:
Latar Belakang Masalah
Untuk mewujudkan infrastruktur jaringan dan keamanan wireless di lingkungan FMIPA UGM, perlu dikembangkan koneksi wireless yang lebih aman dengan authentikasi terpusat. Banyak sekali alasan mengapa keamanan wajib diterapkan di jaringan wireless. Alasan utamanya adalah bahwa jaringan wireless merupakan jaringan yang paling tidak aman. Hal tersebut karena arsitekturnya yang harus terus-menerus membroadcast paket bila akan melakukan pertukaran data. Oleh karena itu, perlu dikembangkan berbagai macam mekanisme keamanan jaringan yang secara spesifik digunakan pada jaringan wireless.
Mengadopsi dari sistem yang telah dikembangkan oleh Information Systems Integration Team Universitas Gadjah Mada, di FMIPA UGM juga dikembangkan sistem yang mendukung authentikasi terpusat tersebut. Untuk menyederhanakan penamaan SSID di lingkungan FMIPA UGM, secara perlahan-lahan hanya ada 2 nama SSID yang nantinya berjalan, yaitu:
Jadi untuk EAP-TLS diimplementasikan khusus untuk SSID UGM-Secure, harapannya agar koneksi wifi bisa lebih aman dan membatasi akses dari pihak-pihak yang bukan dari kalangan civitas akademika UGM.
Daftar Istilah Teori
Prinsip Kerja
